kadangkala kita terlalu terburu-buru menafsirkan alamat takdir yang kita jalani. Bisa saja dalam setiap jejak yang tak menyenangkan dalam pandangan mata batin kita yang miskin ini, sebenarnya Allah selipkan jawaban-jawaban dari do’a-do’a selama ini.
![]() |
| pemandangan dari lantai 4 asrama ITB jatinangor, salah satu sudut yang mengarah ke hutan dan lapangan golf |
Siapa yang menyangka bahwa keinginan sederhana itu,
bertahun-tahun yang entah berapa bilangan, ternyata menampakkan dirinya di
sini. Semenjak saya terdampar di jurusan yang bertolak belakang 100 persen dari
background pendidikan s1 saya, saya sudah mencoba menerima, berdamai. Memasang
di kepala saya anggapan ringan agar kaki saya tidak goyah begitu saja menerima
kenyataan seperti ini. Memasang anggap bahwa takdir Allah tidak akan tertukar,
termasuk juga perihal kelulusan saya di program beasiswa saintek tahun 2013
lalu.
Sejak lama saya ingin menjelajah, mendaki gunung, menerobos
hutan, dan ya, intinya menyegarkan mata dan fikrian dengan menelusuri alam raya
ini. Saya di sini ditugaskan belajar di bidang baru, meninggalkan dunia teknik kimia,
mengobrak-abrik setiap sekat di dunia biologi . Tak masalah sebenarnya
,menemukan hal-hal baru memang selalu menyenangkan bagi saya. Terlebih lagi,
dulu sebelum menyelesaikan jenjang s1, saya pernah berujar bahwa saya ingin s2
dibidang yang berbeda, dan jika memang sanggup sampai ke jenjang s3, juga ingin
mengambil bidang lain lagi.


